Showing posts with label UMUM. Show all posts
Showing posts with label UMUM. Show all posts

Tuesday, 1 August 2017

HARI, TANGGAL, BULAN, TAHUN

Dalam kesempatan kali ini, Penulis akan berbagi pengetahuan mengenai HARI, TANGGAL, BULAN, TAHUN dalam bahasa Jepang.
HARI, TANGGAL, BULAN, TAHUN juga merupakan WAKTU [JIKAN], yang perlu disampaikan pada saat kita mengadakan janji dengan klien kita.

Sebelum mengimplementasikan suatu aktifitas dengan klien kita, biasanya orang Jepang membuat janji pertemuan yang dituangkan dalam jadwal aktifitas yang didalamnya perlu disebutkan isi agenda, tempat, hari/tanggal/bulan/tahun pelaksanaan  agenda kegiatan, jam pelaksanaan dan lain-lain.

Nah, bagaimana cara mengungkapkan HARI, TANGGAL, BULAN, TAHUN dalam bahasa Jepang ? Mari kita bahas seperti di bawah ini, silahkan dicermati dan difahami.
Pada prinsipnya untuk membuat kalimat bahasa Jepang biasanya dari hal yang besar dulu menuju yang kecil, sama halnya untuk membuat format pengucapan HARI, TANGGAL, BULAN, TAHUN dalam bahasa Jepang, tentunya diucapkan dari hal yang besar dulu menuju yang kecil. Dengan demikian akan diucapkan dengan format [ TAHUN, BULAN, TANGGAL, HARI].

Contoh: 
   ○  17 Agustus 1945

Tanggal 17 bulan Agustus tahun 1945 yang kita ambil contoh di atas, bila dibuat menjadi format bahasa Jepang akan menjadi : 1945-08-17
1945-08-17, bila dibahasa Jepang-kan akan menjadi:
1945817(baca: sen kyuu hyaku yonjyuu go nen hachi gatsu jyuushichi nichi)


Terkait dengan perbendaharaan kata HARI, TANGGAL, BULAN, TAHUN mari pelajari kata-kata berikut ini!

HARI 【~曜日(baca= youbi)
Kata-kata yang terkait dengan hari-hari dalam seminggu adalah sebagai berikut:
月曜日 (= Getsu youbi / Hari Senin )
火曜日 (= Ka youbi  / Hari Selasa )
水曜日 (= Sui youbi / Hari Rabu )
木曜日 (= Moku youbi / Hari Kamis )
金曜日 (= Kin youbi / Hari Jum’at )
土曜日 (= Do youbi / Hari Sabtu)
日曜日 (= Nichi youbi / Hari Minggu )
~曜日 (= youbi  / hari ....)
何曜日 (=nan youbi / hari apa)

 Agar mudah menghafalkan perbendahaan kata terkait hari-hari dalam seminggu di atas, kita ambil kata depan bahasa Jepang-nya dari hari-hari di atas tersebut yaitu diambil dari ucapkan kata hari Senin sampai Sabtu disingkat dengan istilah [ GEKASUIMOKKINDONICHI = kepanjangan dari Getsu, Ka, Sui, Moku, Kin, Do, Nichi].

TANGGAL  ( NICHI)
Mari kita hafalkan kata-kata yang terkait dengan TANGGAL dalam 1 bulan adalah sebagai berikut:
1 (=Tsuitachi / tanggal 1)
2 (= Futsuka / tanggal 2 )
3 (= Mikka / tanggal 3 )
4 (= Yokka / tanggal 4 )
5 (= Itsuka / tanggal 5 )
6 (= Muika / tanggal 6 )
7 (= Nanoka / tanggal 7 )
8 (= Youka / tanggal 8 )
9 (= Kokonoka / tanggal 9 )
10 (= Tooka / tanggal 10)
11 (= Jyuu ichi nichi / tanggal 11)
12 (=Jyuu ni nichi / tanggal 12 )
13 (= Jyuu san nichi / tanggal 13 )
14 (=Jyuu yokka  / tanggal 14 )
15 (=Jyuu go nichi / tanggal 15 )
16 (=Jyuu roku nichi / tanggal 16)
17 (= Jyuu shichi nichi / tanggal 17 )
18 (=Jyuu youka / tanggal 18 )
19 (= Jyuu ku nichi / tanggal 19 )
20 (= Hatsuka / tanggal 20 )
21 (= Nijyuu ichi nichi / tanggal 21 )
22 (= Nijyuu ni nichi / tanggal 22 )
23 (= Nijyuu san nichi / tanggal 23 )
24 (=Nijyuu yokka / tanggal 24 )
25 (= Nijyuu go nichi / tanggal 25 )
26 (= Nijyuu roku nichi / tanggal 26 )
27 (= Nijyuu shichi nichi / tanggal 27 )
28 (=Nijyuu youka / tanggal 28 )
29 (=Nijyuu ku nichi / tanggal 29 )
30 (=Sanjyuu nichi / tanggal 30 )
31 (=Sanjyuu ichi nichi / tanggal 31 )

~日 (= nichi / tanggal )
何日 (= Nan nichi / tanggal berapa )

Untuk menyatakan tanggal, setelah bilangan tinggal diberi kata : NICHI
Perlu diketahui, dalam bahasa Jepang banyak kata-kata pengecualian. Dalam perbendaharan kata terkait tanggal di atas, kata pengecualiannya adalah kata yang diblok. Agar mudah menghafalkannnya silahkan hafalkan paten kata-kata pengecualiannya yaitu dari tanggal 1 s.d. 10,  tanggal 14, tanggal 18, tanggal 20, tangga 24, dan tanggal 28. Sedangankan untuk mengungkapkan kata tanggal yang selain kata tanggal yang dikecualikan pengucapannya  setelah bilangan tinggal ditambahkan kata “NICHI” saja.Jangan lupa juga untuk bilangan 7 dalam tanggal biasanya diucapkan “shichi” bukan “nana”, oleh sebab itu sebaiknya tanggal 17 dan tanggal 27 juga sebaiknya dihafalkan paten.

BULAN (GATSU )
            Untuk mempermudah mengingat kata-kata terkait “BULAN” dalam setahun, yang paling penting adalah hafalkan terlebih dahulu bilangan 1 sampai dengan 12 dan setelah bilangan tersebut dibelakangnya tinggal disertakan kata “GATSU/bulan”saja, kecuali untuk bulan tertentu yang diucapkan sedikit berbeda dengan yang lainnya alias harus dihafal paten yaitu bulan April, bulan Juli dan bulan September.  Gampang kah ?!...

Mari kita hafalkan kata-kata terkait bulan dalam setahun berikut ini .
1 ( = ichi gatsu / Bulan Januari )
2 ( = Ni gatsu / Bulan Februari )
3 ( = San gatsu / Bulan Maret )
4 ( = Shi gatsu / Bulan April )
5 ( = Go gatsu / Bulan Mei )
6 ( = Roku gatsu / Bulan Juni )
7 ( = Shichi gatsu / Bulan Juli )
8 ( = Hachi gatsu / Bulan Agustus )
9 ( = Ku gatsu / Bulan September )
10 ( = Jyuu gatsu / Bulan Oktober )
11 ( = Jyuuichi gatus / Bulan November )
12 ( = Jyuuni gatsu / Bulan Desember )

~月 ( = gatsu / Bulan ....)
何月 ( = Nan gatsu / bulan apa)



TAHUN ( NEN )
            Untuk mengungkapkan tahun dalam sebuah kalimat bahasa Jepang, sama halnya dengan cara mengungkapkan kata bulan dalam setahun, yaitu harus hafal terlebih dahulu bilangan yang mau diucapkan baru dibelakang bilangan tersebut disertakan kata “nen / tahun “. Sedangkan kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tahun adalah “ nan nen / tahun berapa? “.

Mari kita lihat contoh berikut ini.
Tahun 1945, bahasa Jepangnya = Sen Kyuuhyaku Yonjyuu Go nen.
Tahun 2017, bahasa Jepangnya =  Nisen Jyuunan nen.
Dan seterusanya.


   ※  Silahkan pelajari juga artikel terkait  “Bilangan/angka “ pada linkberikut ini.

                     
Terkait dengan pembahasan di atas, bagaimanakah penerapan dalam kalimat bahasa Jepangnya?
Mari kita lihat beberapa contoh kalimat berikut ini.
      ·         会議はいつですか?
     (=Kaigi wa itsu desuka? / Rapatnya kapan?
       ・・会議は517日です。
     (・・・Kaigi wa go gatsu jyuushichi nichi desu. / ・・・Rapatnya tanggal 17 Mei)
      ·         御結婚はいつですか?
    ( = Gokekkon wa itsu desuka ? / Kapan (anda) menikah ? )
      ・・結婚は2018420日です。
    (・・・Kekkon wa Nisen Jyuuhachi nen hatsuka desu./ (Saya) menikah tanggal 20 April 2018).
       ·         帰りは何時ですか?
     (=Kaeri wa itsu desuka ? / Pulangnya kapan?)
      ・・帰りは2017814日の月曜日です。
      (・・・Kaeri wa Nisen Jyuunana nen Hachi gatsu Jyuuyokka no Getsu youbi desu. / Pulangnya hari Senin, tanggal 14 Agustus 2017)



※※ Nah, pembaca yang Budiman...Kita sudah belajar terkait dengan waktu (jam), hari, tanggal, bulan dan tahun. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu Pembaca semua dimanapun berada...Salam sejahtera selalu buat kita semua... ※※

Tuesday, 11 July 2017

JIKAN (WAKTU)

Pembaca yang Budiman...Kali ini Penulis akan mencoba berbagi pengetahuan mengenai [ JIKAN = waktu ].
Dalam kebudayaan Jepang, JIKAN [=WAKTU] merupakan salah satu hal yang  sangat penting, sehingga ketika seseorang akan melakukan suatu aktifitas apalagi aktifitas tersebut akan melibatkan orang lain, maka biasanya ia akan membuat jadwal aktifitas, mengadakan janji tertentu sesuai jadwal kegiatannya dan melakukan persiapan-persiapan yang sekiranya dapat memperlancar terwujudnya aktifitas yang sudah direncanakan sesuai dengan jadwal aktifitas. Sekalipun dalam pelaksanaan sedikit banyaknya akan ada yang meleset dari jadwal, paling tidak melesetnya tidak terlalu jauh dari jadwal aktifitas yang sudah dibuat. Waktu yang meleset tersebut bisa dipulihkan kembali dengan cara memutuskankan ulang dengan kliennya, buat jadwal pemulihan aktifitas dan sebagainya.
                Seperti yang sudah Pembaca sekalian ketahui, orang Jepang sangat disiplin terhadap waktu, sehingga ketika kita telah membuat janji dengan seseorang akan tetapi kita tidak bisa menepati janji tersebut dengan waktu yang sudah disepakai bersama, maka akan dianggap mengganggu orang lain. Kenapa? Mari kita fikir sama-sama...Sekalipun kita hanya terlambat beberapa menit saja, tapi itu akan berefek akan mengganggu teman klien kita, seperti mundurnya waktu klien kita dengan klien lainnya, dan seterusnya. Maka dari itu, mari kita belajar untuk menepati waktu [JIKAN].

JAM (~時 / ~じ (~ji)
                Dalam kehidupan sehari-hari untuk menanyakan waktu [JIKAN] biasanya  identik dengan Jam. Sedangkan dalam jadwal aktifitas atau janji temu biasanya selain waktu juga ditentukan tanggal, hari, bulan, tahun.

Mari kita hafalkan kosa kata berikut ini:
  • ~時 (baca= ji, arti= jam )
  • 何時 (baca= nan ji, arti= jam berapa)
  • 1 (baca= ichi ji, arti= jam 1)
  • 2 (baca= Ni ji, arti= jam 2)
  • 3 (baca= San ji, arti=jam 3)
  • 4 (baca=Yo ji, arti=jam 4) è bukan dibaca: Yon ji atau Shi ji
  • 5 (baca= Go ji, arti=jam 5)
  • 6 (baca= Roku ji, arti= jam 6)
  • 7 (baca= Shichi ji, arti= jam 7) èbuka dibaca Nana ji
  • 8 (baca= Hachi ji, arti=jam 8)
  • 9 (baca=Kuu ji, arti=jam 9)
  • 10 (baca=Jyuu ji, arti= jam 10)
  • 11 (baca=Jyuu ichi ji, arti=jam 11)
  • 12 (baca=Jyuu ni ji, arti=jam 12)
  • 13 (baca=Jyuu san ji, arti=jam 13/jam 1 siang)
  • 14 (baca=Jyuu Yo ji, arti=jam 14/jam 2 siang)èBukan dibaca= Jyuu yon ji atau Jyuu shi ji
  • 15 (baca=Jyuu go ji, arti=jam 15/jam 3 siang)
  • 16 (baca= Jyuu roku ji, arti=jam 16/jam 4 sore)
  • 17 (baca=Jyuu shichi ji, arti=jam 17/jam 5 sore)èBukan dibaca=Jyuu nana ji
  • 18 (baca=Jyuu hachi ji, arti=jam 18/jam 6 sore)
  • 19 (baca=Jyuu Kuu ji, arti=jam 19/jam 7 malam)
  • 20 (baca=Nijyuu ji, arti=jam 20/jam 8 malam)
  • 21 (baca=Nijyuu ichi ji, arti=jam 21/jam 9 malam)
  • 22 (baca=Nijyuu ni ji, arti=jam 22/jam 10 malam)
  • 23 (baca=Nijyuu san ji, arti=jam 23/jam 11 malam)
  • 24 (baca=Nijyuu yo ji, arti=jam 24/jam 12 malam)
  • 午前 (baca=Gozen, arti=  A.M (waktu dari jam 00.01 dini hari  s/d jam 12.00 tengah hari ))
  • 午後 (baca=Gogo, arti= P.M. (waktu dari jam 12.01 tengah hari s/d jam 24.00 tengah malam))
  • ~分 (baca= fun, arti= menit)         

Note: Untuk menit yang disertai dengan bilangan 1, 6, 8 dan 10,bukan dibaca [FUN] tapi dibaca rangkap [ppun], sedangkan menit yang disertai selain bilangan 1 ,6, 8 dan kelipatan 10 yaitu bilangan 2,3,4,5,7,9  maka kata imbuhannya tetap [ FUN ].

Perhatikan contoh dibawah ini:
一分 ( baca=Ippun, bukan dibaca= ichi fun atau ichi pun. Arti= 1 menit)
六分 ( baca=Roppun,bukan dibaca rokufun atau rokupun, arti=6 menit)
八分 (baca=happun, buka dibaca=hachi fun atau hachi pun. Arti=8 menit)
十一分(baca=Jyuu ippun, bukan dibaca=Jyuu ichi fun atau Jyuu ichi pun. Arti= 11 menit)
二十一分 (baca= Nijyuu ippun,bukan dibaca=Nijyuu ichi fun atau Nijyuu ichi pun. Arti= 21 menit)
二十八分 (baca= Nijyuu happun, buka dibaca=Nijyuu hachi fun atau nijyuu hachi pun. Arti= 28 menit
Dan seterusnya....
十分(Baca=jyuppun. Arti= 10 menit)
二十分 (Baca=Nijyuppun. Arti= 20 menit)
Dan kelipatan sepuluh seterusnya...

二分 (baca= Ni fun. Arti= 2 menit)
三十五分 (baca= Sanjyuu go fun. Arti= 35 menit)
 四十九分 (baca=Yonjyuu kyuu fun. Arti=49 menit).
Dan seterusnya...

何分 (Baca= Nan fun. Arti=berapa menit)

~秒 (Baca= byo. Arti= detik)
Contoh:
一秒 (Baca= ichi byou. Arti= 1 detik)
二秒 (Baca= Ni byou. Arti= 2 detik)
Dan seterusnya...

何秒 (Baca= nan byou. Arti=berapa detik)

(Baca= ima. Arti= sekarang)
(Baca= mae. Arti= sebelum)
過ぎ (Baca=sugi. Arti=lewat/lebih)
(setengah (untuk jam), dalam artian di sini 30 menit)..

会議 (Baca=Kaigi. Arti=Rapat/pertemuan/meeting)
朝ごはん (Baca= Asa gohan. Arti= sarapan/makan pagi)
昼ごはん (Baca=Hiru gohan. Arti=makan siang)
晩ごはん (Baca=Ban gohan. Arti= Makan malam)


Silahkan baca juga artikel terkait:
·         Angka


Setelah menghafalkan beberapa kosa kata di atas, mari kita terapkan kata-kata di atas dalam kalimat sesungguhnya. Untuk menerapkan ke dalam kalimat, pola kalimat yang dipakai yang paling sederhana adalah [ ....WA...DESU ]. Penasaran dengan pola kalimat [...WA..DESU...]? Silahkan klikdi sini.

Contoh:
今は何時ですか?(misal jawabanya: jam 10)
Ima wa nanji desuka?. (Arti= Sekarang jam berapa?)
今は十時です。
Ima wa jyuu ji desu. (sekarang jam sepuluh)

会議は何時ですか (misal jawabannya: jam 7.30 (jam tujuh tiga puluh menit) )
Kaigi wa nanji desuka? (Rapatnya jam berapa?)
会議は七時三十分です。
Kaigi wa shichi ji sanjyuppun desu. (Rapatnya jam tujuh tiga puluh menit)
朝ごはんは何時ですか。(misal jawabannya: jam setengah tujuh )
Asa gohan wa nanji desuka? (Sarapan pagi nya jam berapa?)
Karena jawaban yang dimaksud adalah jam setengah tujuh, artinya jam 6 setengah. Setengah di sini yang dimaksud adalah tiga puluh menit. Maka jawabannya akan menjadi:
朝ごはんは六時半です。
Asa gohan wa roku ji han desu. (Sarapan paginya jam 6 setengah (setengah tujuh) )

Dalam percakapan sesungguhnya konteks kalimat seperti di atas  (setengah tujuh), sebenarnya boleh dengan jawaban :
朝ご飯は六時半で。                
Asa gohan wa roku ji han desu. (sarapan paginya jam 6 setengah).
Atau ,   
朝ご飯は六時三十分です。
Asa gohan wa roku ji sanjyuppun desu. (sarapan paginya jam 6 tiga puluh menit)

Akan tetapi karena yang dibahas disini adalah “HAN/setengah” , jadi jawabannya juga memakai kalimat yang menggunakan “HAN” juga.

PENGGUNAAN “MAE [sebelum] dan SUGI [lewat] “
                Untuk menempatkan kata “MAE” dan “SUGI” dalam kalimat bahasa Jepang yang berhubungan dengan waktu/jam di sini dasarnya masih menggunakan pola kalimat “ ...WA...DESU” , tinggal di sisipkan kata “MAE/SUGI” setelah waktu )biasanya “menit”  yang dimaksud.
Silahkan cermati pola kalimat di bawah ini:
[ SUBJEK + WA + JAM + JI+ MENIT + FUN/PUN + MAE + DESU ]
[ SUBJEK + WA + JAM + JI+ MENIT + FUN/PUN + SUGI + DESU ]

CONTOH:
会議は何時ですか。 (Misal jawabannya: jam 10 kurang 10 menit (09:50) )
Kaigi wa nanji desuka. (Rapatnya jam berapa?)
会議は十字十分前です。
Kaigi wa jyuu ji jyuppun mae desu. (Rapatnya jam 10 kurang 10 menit )

Karena jam 10 kurang 10 menit itu artinya jam 9 lewat 50 menit, oleh sebab itu bisa dijawab juga dengan jawaban seperti berikut:
会議は九字五十分です
Kaigi wa ku ji go jyuppun desu. (Rapatnya jam 9, 50 menit)
Atau:
会議は九字五十分過ぎです
Kaigi wa ku ji gojyuppun sugi desu. (Rapatnya jam 9 lewat 50 menit)

Sekalipun pemakaian kata  “sebelum [mae] dan lewat [sugi]” tidak dibatasi , namun biasanya pemakaiannya tidak lebih kurang dari 15 menit.
Contoh:
1)      Jam 5:55
Waktu yang ditunjukkan di atas 5 menit lagi mendekati jam 6, oleh sebab itu bila diucapkan dalam kalimat lebih cenderung akan menjadi “jam 6 kurang 5 menit” kalau dirubah ke bahasa Jepang maka menjadi: [ 六時5分まえです] (Roku ji go fun mae desu).
2)      Jam 5:25 menit
Waktu yang ditunjukkan pada contoh no.2) di atas adalah jam 5 lewat 25 menit (jauh dari jam 6), oleh sebab itu bila diucapkan dalam kalimat cenderung akan menjadi [jam 5, 25 saja atau jam 5 lewat 25 menit].
Jam 5 lewat 25 menit kalau dirubah ke bahasa Jepang menjadi: [五時二十五分過ぎです] (Go ji nijyuu go fun sugi desu )

                Dalam pengucapan waktu terbagi menjadi 2 bagian:
1.       Pengucapan waktu 24 jam
Jam 13.00 (jam 1 siang), jam 14.00 (jam 2 siang) dan seterusnya sampai jam 24 (jam 12 malam/dini hari)
2.       Pengucapan waktu 12 jam
Jam 1 , jam 2 dan seterusnya sampai jam 12.

Dalam pengucapan waktu di atas, ada yang membingungkan yaitu pengucapan waktu 12 jam. Kenapa? Apabila waktu diucapkan hanya bilangan waktunya saja tanpa diberi embel-embel kata keterangan waktunya yaitu pagi,sore atau malam maka orang yang menjadi teman bicara kita akan ambigu artinya, jam berapa yang dimaksud.
Contoh:
会議は一時です.
Kaigi wa ichi ji desu (Meeting-nya Jam 1)

Dari kalimat di atas, kita belum tahu pasti apakah jam 1 pagi atau jam 1 siang. Dengan demikian supaya lebih dimengerti oleh teman bicara kita maka kalimat di atas kita lengkapi dengan kata “GOZEN [ a.m]” atau “GOGO [p.m]”.
Sehingga kalimat di atas akan menjadi sebagai berikut:
会議は午後一時です.
Kaigi wa gogo ichi ji desu. (meeting-nya jam 1 p.m.)


                Nah sampai di sini pembahasan artikel terkait JIKAN yang berkaitan dengan “JAM”, silahkan perbanyak kosa kata dan berlatihlah, semoga artikel ini bermanfaat.

Friday, 14 August 2015

挨拶 AISATSU (SALAM/TEGUR SAPA/BASA BASI)

           " 挨拶 AISATSU " Bisa artinya "salam,tegur sapa,basa basi".
Orang yang tidak bisa ber-aisatsu dengan baik,katanya dianggap orang yang kurang beretika atau bersopan santun. Maka dari itu mari kita belajar cara aisatsu-nya orang Jepang.

Banyak sekali aisatsu yang diucapkan orang Jepang, seperti juga aisatsu yang di budayakan di Indonesia. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat contoh berikut ini.

Kata-kata aisatsu orang Jepang di antara sebagai berikut:
1. Ohayou gozaimasu (1** di baca : ohayou gozaimas)......selamat pagi
2. Konnichiwa...selamat siang
3. Konbanwa...selamat malam
4. Oyasumi nasai...selamat tidur/selamat istirahat
5. Sayounara...selamat berpisah
6. Mata ashita(6** dibaca:mata asta)...sampai jumpa besok
7. Mata atode...sampai jumpa nanti
8. Mata aimashou (8**)...sampai berjumpa lagi
9. Arigatou gozaimasu..terima kasih
10. Doumo arigatou gozaimasu...terima kasih banyak
11. Doumo...makasih
12. Dou itashimashite(12** dibaca dou itashimashte)...terima kasih kembali
13. Sumimasen...maaf/permisi
14. Shitsurei shimasu...maaf/permisi
15. Gomennasai..mohon maaf/maafkanlah(saya)
16. Osaki ni shitsurei shimasu....(saya) pamit duluan.
17. Osaki ni kaerimasu....(saya) pulang duluan.
18. Soro soro shitsurei shimasu...(saya) undur diri dulu.
19. Itadakimasu...(saya terima makanan/minumannya dengan rasa terima kasih) = diucapkan sebelum
     menikmati makanan/minuman).
20. Gochisou sama deshita...(saya ucapkan terima kasih atas hidangannya/jamuannya) = diucapkan
    setelah selesai menikmati hidangan/jamuan makan/minum).

Dan masih banyak lagi kata-kata aisatsu lainnya.


PENJELASAN:
1**...ohayou gozaimasu
kata: ohayou..huruf "OU" yang tertulis dibelakang y tersebut musti dibaca panjang,jadi dibaca selengkapnya adalah OHAYOO.
. sedangkan kata gozaimasu..."SU" yang tertulis dibelakang kata ini dibaca"S",bukan "SU". Jadi Ohayou Gozaimasu...dibaca Ohayoo gozaimas,bukan Ohayo gozaimasu.
6**....mata ashita,..huruf "H dan I" yang terdapat diantara huruf S dan T,dibaca seakan-akan huruf "SH" nya hilang.
jadi Mata ashita...dibacanya Mata Asta.
Hal ini sama juga dengan aisatsu pada no.12 yaitu "Dou Itashimashite"..dibaca "Doo Itashimaste".
Aisatsu pada no.8(mata aimashou) juga dibaca: mata aimashoo,karena huruf OU yang terdapat disebuah kata dibaca panjang.


     Nah, setelah kita belajar "AISATSU" seperti di atas, mari kita kita praktekan. Sekian sekilas mengenai "AISATSU". Semoga bermanfaat bagi kita semua...

Sunday, 7 June 2015

MUSIM DI JEPANG (NIHON NO KISETSU)

          Berbicara tentang musim, tentunya teman-teman pembaca sudah tahu bahwa musim di Jepang sangat berbeda jauh dengan di Indonesia. Musim di Jepang sering berubah-rubah, sehingga rentan sekali bagi kesehatan tubuh para pendatang yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Jepang.


Musim di Jepang terbagi 4 musim, yaitu:
A. FUYU ( musim dingin )
        "FUYU" dalam bahasa Indonesia adalah 'Musim dingin". Musim dingin di Jepang kira-kira terjadi dari bulan Desember hingga Februari.
Yang menarik pada musim FUYU adalah keindahan akan hamparan salju yang memutih di sana sini. Terlihat dari jalanan, genting rumah, dedaunan, ranting pepohonan bahkan sampai ada suatu tempat sepanjang mata memandang yang terlihat dominan hanya putihnya salju. Lebih-lebih kalau kita pergi menuju ke suatu tempat berdataran yang lebih tinggi,di sana tempat yang banyak turunnya salju karena suhunya lebih dingin. Banyak para wisatawan baik dari luar maupun lokal berkunjung hanya untuk menikmati hamparan putihnya salju, bermain ski,dll.

      Tidak semua daerah di Jepang turun salju,itu karena dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah faktor geografis, faktor perubahan alam,dll. Tapi bukan berarti daerah di Jepang yang tidak turun salju suhunya panas seperti di Indonesia, pembaca dapat membayangkannya, daerah yang tidak turun salju saja suhunya bisa mencapai kira-kira 10 derajat, apalagi di daerah yang turun salju, ada yang sampai di bawah nol derajat lohh..Uiihh,,,duingiinn tentunya.
Teman-teman yang baru merasakan dinginnya hawa di Jepang, pakai pakaian yang lebih hangat yah, kalau bajunya 3 rangkap kurang, yah pakai 3 rangkap juga tidak apa-apa. Jangan sampai kedinginan, masuk angin dll. sehingga jatuh sakit, reppott nanti dech..

     Nah, di bawah ini ada secarik foto teman Penulis pada saat musim dingin [FUYU] di kota Iwate-Ken (Prefekture Iwate) -Jepang hingga suhu minus 5 derajat. Hemm...addemm..



B. HARU ( musim semi )
          Nah, setelah musin dingin berikutnya tibalah musim HARU. "HARU" dalam bahasa Indonesia artinya "Musim Semi". Musim HARU di Jepang di mulai kira-kira dari bulan Maret hingga Mei.
Yang paling menarik di musim Haru ini adalah bunga Sakura. Di musim ini di mana-mana bermekaran berbagai jenis bunga Sakura. Ada yang putih, merah,dan lain-lain.  Indahhh buanget teman-teman...

          Bagi yang ingin menikmati bunga Sakura atau yang penasaran akan keindahan bunga Sakura, ketika liburan di musim HARU, banyak warga Jepang yang mengajak keluarga, sanak family, kerabat handai tolan,teman dan lain-lain pergi ke suatu tempat di mana banyak bermekaran bunga Sakura, di sana mereka menghamparkan tikar atau semacamnya sambil makan bersama, minum, barbeque dan lain-lain sambil menikmati indahnya bunga Sakura. Kegiatan seperti ini dinamakan HANAMI yaitu menikmati keindahan bunga Sakura.


          Satu lagi pembaca yang Budiman perlu tahu, di musim HARU  bunga Sakura saat mekar benar-benar indah (satu pohon Sakura, semuanya bunga tanpa daun) kira-kira hanya satu mingguan saja loh.. Setelah itu makin hari makin berguguran bunganya dan digantikan dengan daun. Musim bunga Sakura mekar di Jepang satu daerah dengan yang lainnya berbeda-beda. Jadi kalau misalnya di daerah pulau Honshu bunga Sakuranya sudah mekar, tapi di daerah Hokkaidou belum mekar.

        Coba lihat foto di bawah ini, ini salah foto HANAMI.Indah yah..


C. NATSU ( musim panas )
          "NATSU" dalam bahasa Indonesia artinya "Musim Panas". Musim NATSU di mulai dari bulan Juni hingga Agustus.
Yang menarik di musim Natsu ini adalah pantai. Yah...pantai. Maksudnya banyak warga Jepang yang pergi ke pantai untuk berenang, berjemur dll. Terutama di liburan musim Natsu, banyak muda mudi melancong ke bebagai daerah..
Suhu di musim panas,seperti panasnya di Jakarta. Jadi teman pembaca tentu bisa membayangkannya seperti apa???  ...Hanya saja panas di Jepang, teriknya matahari lebih terasa banget sampai di kulit..

D. AKI ( musim gugur )
           "AKI" dalam bahasa Indonesia artinya " Musim Gugur". Musim AKI mulai kira-kira dari bulan September hingga November.
Di musim AKI,yang paling menarik adalah dedaunan pohon yang memerah,atau bahkan ada yang kuning atau merah bercampur kuning. Daun yang memerah di Jepang di sebutnya MOMIJI.
Daun Momiji indah dilihat karena satu batang pohon daunnya semua memerah,atau merah kekuningan. Di musim AKI ini semua daun berguguran hingga dari satu pohon itu yang terlihat hanya rantingnya saja. Akan terlihat lebih indah bila berada di pegunungan atau di perbukitan, terlihat indah ada pohon yang terlihat rantingnya saja,ada gerombolan momiji di atas bebatuan,dll. Suhu di musim Aki awalnya sejuk,tapi ketika akan memasuki musim Fuyu, udaranya mulai jadi dingin walaupun bukan musim dingin. Sekalipun sinar mataharinya tampak terik,tapi udara yang bertiup berrrrr...dinginnya sampai menusuk tulang loh...



***  Nah,,,itulah Pembaca yang Budiman, sekelumit cerita mengenai musim-musim di Jepang. Semoga bermanfaat yah..Dan bagi yang mau melancong ke Jepang semoga blog ini bisa dijadikan referensi untuk menentukan waktu kapan harus berangkat berwisata ke Jepang. ***