Saturday, 21 April 2018

CIRI-CIRI KATA SIFAT “ i ” dan KATA SIFAT “ na”

    Dalam bahasa Jepang, bukan hanya kata kerja yang mengalami perubahan bentuk, baik bentuk kalimat masa sekarang, bentuk yang akan datang, bentuk negatif atau bentuk positif sekarang maupun lampau, namun kata sifat juga mengalami perubahan bentuk kalimat seperti perubahan bentuk kata kerja dimana perubaban bentuk tersebut menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Untuk mempermudah mempelajarinya, kata sifat  tersebut kita kelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kata sifat “i” dan kata sifat “na”.

    Pada saat kita mendengar seseorang yang mengucapkan suatu kata, dan bingung memutuskan apakah kata tersebut termasuk kata sifat, kata benda, kata kerja dan lain-lain, tentunya kita musti memastikan terlebih dahulu dalam kamus dan/atau pada sarana lain yang bisa memastikan artinya. Setelah kita mengetahui arti dari kata yang sudah kita periksa tersebut merupakan kata sifat, selanjutnya kita pilah-pilah kembali apakah kata sifat tersebut termasuk kata sifat “i” atau kata sifat “na”.

Apa yang dimaksud dengan kata sifat “i” dan kata sifat “na”???...dan bagaimana cara membedakannya???..mari kita ikuti penjelasan di bawah ini.

KATA SIFAT “I”.
Kata sifat “i” adalah kata sifat yang mempunyai ciri berakhiran huruf “i”.

Cara mengetahui ciri kata sifat “i”.
 Cara pertama: Apabila SATU huruf terakhir dari kata sifat tersebut diakhiri dengan huruf “i” maka kata sifat tersebut termasuk kata sifat “i”.

Contoh:
・早い     Hayai  ( Cepat )
・優しい Yasashii (Baik hati)
・難しい    Muzukashii (Sulit / Sukar)
・薄い      Usui (Tipis)
・遅い         Osoi ( Lambat / Lamban )
・新しい     Atarashii (Baru )

    Dari contoh semua kata sifat “i” di atas, yang mana yang menjadi ciri dari kata sifat tersebut sehingga kata tersebut termasuk ke dalam kelompok kata sifat “i”????...Mari simak penjelasan di bawah ini..

Seperti yang dijelaskan di awal, yang menjadi ciri dari kata tersebut adalah satu huruf “i” terakhir  yang terdapat pada kata sifat tersebut.
Apabila kita perhatikan benar-benar dari salah kata sifat di atas, ada beberapa kata sifat yang dibelakangnya diakhiri dengan huruf “i”.
Kita ambil contoh:

Kata: [  ]  Hayai  ( Cepat )...

[ Penjelasan ]
Pada kata  “HAYAI”, ada satu huruf “i” terakhir. Setelah memastikan pada kamus, ternyata kata “HAYAI” termasuk ke dalam kata sifat. Kata “HAYAI” termasuk kelompok kata sifat apa? ....Karena kata “HAYAI” ada huruf “i” yang berposisi di huruf terakhir, maka “HAYAI” adalah termasuk ke dalam kelompok kata sifat “i”.

Begitu pula dengan kata sifat: [ Yasashii (Baik hati)], [Muzukashii (Sulit / Sukar)], [ Usui (Tipis) ], [Osoi ( Lambat / Lamban ), [ Atarashii (Baru )], semua termasuk ke dalam kata sifat “i”.

    Nah, setelah mengetahui cara pertama untuk membedakan ciri kata sifat “i” di atas, tanpa membaca terlebih dahulu penjelasan yang tertulis di bawah ini, coba Pemirsa tebak dua kata sifat di bawah ini apakah termasuk kata sifat “i”  atau bukan???....

Kata: 綺麗   Kirei (Cantik/bersih/indah), dan
         有名  Yuumei (Terkenal/termashur)

Apakah kata “KIREI” dan kata “YUUMEI” di atas termasuk kata sifat “i” ???..
Jawabannya adalah [ bukan termasuk kata sifat “i”].
Kenapa demikian???.. Jawabannya selengkapnya silahkan cermati penjelasan di bawahnya.

Apabila pembaca merasa kesulitan membedakan ciri kata sifat dengan cara pertama di atas, maka ada cara lain, yaitu cara kedua di bawah ini.

Cara kedua yaitu apabila dua huruf vokal terakhir dari satu kata sifat tersebut berbunyi vokal “ ai ”, “ ii “, “ ui “ dan “ oi ”  , maka ia termasuk ke dalam kata sifat “i “ . Kecuali, dua huruf terakhir kata sifat tersebut berakhiran “ ei ”, maka ia bukan termasuk kata sifat “ i “ melainkan termasuk ke dalam kelompok kata sifat “ na”.

    Agar lebih jelas, Penulis ambil contoh kata sifat dari kata sifat yang tertulis di atas yaitu kata:
・早い       Hayai  ( Cepat )....berakhiran “ai”.
・優しい   Yasashii (Baik hati)....berakhiran “ii”.
・難しい      Muzukashii (Sulit / Sukar)....berakhiran “ii”.
・新しい      Atarashii (Baru ).....berakhiran “ii”.

    Jadi...bagaimana dengan kata “KIREI dan YUUMEI” yang sudah ditanyakan di atas???..

Jawabannya berikut ini :
Sekilas kalau hanya berpatokan pada cara pertama yaitu huruf terkahir yang berakhiran “i”, maka kita akan berasumsi kata “KIREI” dan kata “YUMEI” termasuk ke dalam kata sifat “i”, kalau demikian kita akan keliru. Oleh sebab itu, kita mengacu pada cara kedua, yaitu:
Pada kata : [ きれい   Kirei ] , dan
                   [ 有名     Yuumei ]

Ada 2 huruf  berbunyi vokal “ei” di akhir kata tersebut, itu berarti kata [ KIREI ] dan 
kata [ YUUMEI ] termasuk bukan kata sifat “i” melainkan termasuk kata sifat selain “i” atau di sebut juga kata sifat “na”.

KATA SIFAT “NA”.
Kata sifat “na” adalah kata sifat yang mempunyai ciri tidak berakhiran “i”.

    Sebenarnya pada kata sifat “na” itu sendiri apabila kita periksa di kamus, ada kata sifat yang termasuk kata sifat “na” sudah diberi imbuhan “na” dibelakang kata sifat yang dimaksud (kebanyakan imbuhan “na” ada di dalam kurung) dan ada juga yang belum ada secara jelas imbuhan “na”.  Akan tetapi ketika melihat dari kata tersebut merupakan kata sifat bukan berakhiran huruf “i”, agar dalam pembentukan kalimat bahasa Jepang memenuhi bentuk kalimat Bahasa Jepang, maka terhadap kata sifat yang tertulis di dalam kamus yang belum jelas ada “na”, maka kita harus tuangkan sendiri imbuhan “na”.

    Bagaimana caranya kita tahu kalau kata tersebut termasukan kata sifat “na” sedangkan di belakang kata sifat tersebut belum ada imbuhan “na”, ya..tentunya harus tahu dulu kata tersebut kata sifat atau bukan. Bila kata yang dimaksud adalah kata sifat, maka di belakangnya tinggal diberi tambahan imbuhan “na”.

Contoh kata sifat “na”:
・ハンサム( な )  Hansamu (na)  .....Ganteng,tampan
・静か( な )          Shizuka (na)      ....Sunyi, senyap, sepi
・にぎやか( な )  Nigiyaka (na)     ....Ramai
・有名( な )          Yuumei (na)       ....Terkenal, termasyur
・立派( な )           Rippa (na)         .....Megah, mewah
・便利   ( な )              Benri                 ......Praktis
・無理   ( な )              Muri                 .......Mustahil, tidak mungkin
Dan lain-lain...

[ PENJELASAN 1 ]
Pada kata sifat “HANSAMU” dibelakangnya ada 2 huruf di dalam kurung yaitu “n dan a” alias imbuhan “na”, dalam kamus biasanya kita temui kata “na” di belakang kata sifat. Itu merupakan sebagai ciri bahwa kata sifat tersebut termasuk kelompok kata sifat “na”. Tetapi ada juga kata sifat yang belum diberi “na”. Sedangkan kata “YUUMEI” mengapa termasuk kata sifat “na” padahal ia berakhiran huruf “i” ?...Jawabannya sudah dijabarkan di atas, yaitu karena pada kata “YUUMEI” terdapat 2 huruf vokal yaitu “ei” di akhir kata sifat tersebut.

[PENJELASAN 2]
Pemirsa semuanya...Kita perlu jeli juga terhadap ciri dari kata sifat “i” yang sudah dijelaskan di atas, karena ada kata-kata sifat kelompok kata sifat “na” yang kalau kita pandang sekilas sepertinya termasuk ke dalam kata sifat “ i “ kalau kita hanya berpatokan hanya huruf “i” di belakang dari kata sifat “i” yang sudah dijelaskan pada cara pertama untuk mengetahui ciri kata sifat “i” di atas, padahal kata sifat tersebut termasuk kata sifat “na”.
Kata sifat “na” yang sepertinya termasuk kata sifat “i” contohnya:
Kata: BENRI.....praktis
          MURI......mustahil, tidak mungkin
Dan lain-lain...

Pada kata “BENRI” dan kata “MURI”, pada huruf paling akhir dari kata ini terdapat satu huruf..yah satu huruf “i” bukan dua huruf “i”.

    Jika kita hanya melihat dan berpatokan sepenuhnya pada letak huruf “i” terakhir dari kata sifat tersebut maka kita akan menganggap kata “BENRI” dan “MURI” termasuk ke dalam kelompok kata sifat “i”, tetapi karena pada posisi paling terakhir dari kedua kata tersebut ada satu huruf “i” saja ( bukan dua huruf “i”), maka kata “BENRI” dan kata “MURI” termasuk kata sifat “na”.

    Nah begitulah penjelasannya mengapa kita harus tahu jelas ciri mana yang termasuk kata sifat “i” dan mana yang termasuk kata sifat “na”, karena pengaruhnya adalah saat kita membuat kalimat yang di dalamnya menggunakan kata sifat, pembentukannya akan berbeda-beda.

Setelah tahu ciri mana kata sifat “i” dan “na”, silahkan dicoba atau lihat-lihat di kamus, dan temukan mana kata sifat “i” dan “kata sifat “na”.




## SEKIAN, PENJELASANA KATA SIFAT “I” DAN “NA”, SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUANYA, AAMIIN...##

Tuesday, 17 April 2018

ISTILAH PADA TUBUH 体用語 (KARADA YOUGO )

体         Karada ( Tubuh, badan )
髪の毛 Kaminoke ( Rambut )
白髪     Shiraga ( Rambut uban )
毛         Ke ( Bulu )
頭         Atama ( Kepala )
顔         Kao ( Muka, wajah )
ほほ     Hoho ( Pipi )
笑窪     Ekubo ( Lesung pipit )
目         Me ( Mata )
眉毛     Mayuge ( Alis mata )
睫毛     Matsuge ( Bulu mata )
鼻         Hana ( Hidung )
鼻の穴 Hana no ana ( Lubang hidung )
鼻の毛 Hana no ke ( Bulu hidung )
耳         Mimi ( Telinga )
耳たぶ Mimitabu ( Daun telinga )
耳の穴 Mimi no ana ( Lubang telinga )
首         Kubi ( Leher )
襟首     Erikubi ( Tengkuk )
肩         Kata ( Bahu )
腕         Ude  ( Lengan )
手         Te ( Tangan )
掌         Te no hira ( Telapak tangan )
肘         Hiji ( Siku tangan )
指         Yubi ( Jari )
手の指 Te no yubi ( Jari tangan )
親指      Oya yubi ( Ibu Jari, Jempol)
人差し指 Hito sashi yubi ( Jari telunjuk )
中指     Naka yubi ( Jari tengah )
薬指     Kusuri yubi ( Jari manis )
小指     Ko yubi ( Jari kelingking )
背中     Senaka ( Punggung )
胸         Mune ( Dada )
腹/お腹   Hara/Onaka ( Perut )
臍         Heso ( Pusar )
腰         Koshi ( Pinggang )
お尻     Oshiri ( Pantat )
腿         Momo ( Paha )
膝         Hiza ( Lutut )
足         Ashi ( Kaki )
爪         Tsume ( Kuku )
踵         Kakato ( Tumit )
足首     Ashi kubi ( Mata kaki )

Thursday, 22 March 2018

ISTILAH KELUARGA 家族用語 ( KAZOKU YOUGO)

Berikut ini adalah kata-kata yang biasa digunakan dalam istilah keluarga.
1.  父    CHICHI ( ayah sendiri )
2. 母        HAHA    ( ibu sendiri )
3. おじ     OJI         ( paman sendiri )
4. おば     OBA      ( bibi orang )
5. 祖父     SOFU     ( kakek sendiri )
6. 祖母     SOBO     ( nenek sendiri )
7. 兄         ANI        ( kakak laki-laki sendiri )
8. 姉         ANE       ( kakak perempuan sendiri )
9. 娘         MUSUME  ( anak perempuan sendiri )
10. 息子                 MUSUKO           ( anak laki-laki sendiri )
11. お父さん         OTOU SAN        ( ayah orang lain )
12. お母さん         OKAA SAN       ( ibu orang lain )
13. おじさん         OJI SAN             ( paman orang lain )
14. おばさん         OBA SAN          ( bibi orang lain )
15. おじいさん     OJII SAN           ( kakek orang lain )
16. おばあさん     OBAA SAN       ( nenek orang lain )
17. お兄さん         ONII SAN          ( kakak laki-laki orang lain )
18. お姉さん         ONEESAN         ( kakak perempuan orang lain )
19. 娘さん             MUSUME SAN  ( anak perempuan orang lain )
20. 息子さん         MUSUKO SAN   ( anak laki-laki orang lain )
21. 子供     KODOMO           ( anak / anak-anak )
22. 兄弟     KYOUDAI          ( saudara sekandung )
23. おい     OI                        ( keponakan laki-laki )
24. めい     MEI                     ( keponakan perempuan )
25. しんせき         SHINSEKI          ( family/ sanak saudara )

Thursday, 8 March 2018

PARTIKEL “NI” (= PADA )


      Haiii Pembaca yang budiman, Konbanwa (selamat malam) semuanya....  Ogenki desuka? (apa kabarmu?). Semoga sehat selalu, amiin..

      Terima kasih Pembaca semuanya sudah menyempatkan waktu melihat blog  saya. Kali ini, Penulis akan berbagi pengetahuan bahasa Jepang mengenai partikel “NI”. Mungkin Pembaca ada yang sudah tahu apa fungsi partikel “NI”. 
Partikel “NI” bila dimasukkkan ke dalam suatu kalimat ada yang berfungsi artinya “UNTUK”, ada juga artinya menyatakan “PADA” ,dan ada juga arti lainnya. Nah,,yang akan dibahas dalam artikel kali ini, partikel “NI” yang artinya “PADA”.

       Sebelum kita membahas partikel “NI” yang menyatakan arti “PADA” lebih lanjut, Penulis akan sedikit cerita dulu.

Ceritanya begini,,,
Dulu, ketika Penulis baru mengenal bahasa Jepang, Penulis pernah mendapakan kalimat seperti di bawah ini:
「竹田さんは5月インドネシアへ出張来ます」
 Takeda san wa go gatsu NI Indonesia e shucchou NI kimasu.
                                Bilangan                            kata kerja
    (Pak Takeda PADA bulan Mei akan datang ke Indonesia UNTUK dinas luar).

      Mari kita cermati kalimat di atas. Dalam kalimat tersebut, ada 2 partikel “NI”. Awalnya Penulis masih bingung dan masih belum bisa membedakan benar apa arti dari partikel “NI” yang terselip dalam kalimat seperti di atas. Adakalah partikel “NI” dalam kalimat bahasa Jepang muncul lebih dari satu partikel bahkan bisa juga lebih dari 2 partikel “NI”, wuiiihh terlalu ruwet kali yahhh...

       Tapi Pembaca tak perlu bingung, kita harus memahami konteks kalimat baik-baik. Seperti dalam konteks kalimat di atas, maka kuncinya adalah bila sebelum partikel “NI” disebutkan kata bilangan maka partikel “NI’ tersebut menyatakan arti “PADA”, bila sebelum partikel “NI” kata yang digunakan adalah kata kerja maka partikel “NI” tersebut menyatakan “UNTUK”.
Dalam kalimat di atas, kata yang menyebutkan bilangan adalah “GO GATSU”, sedangkan kata yang menyebutkan kata kerja sebelum “NI” adalah “SHUCCHOU”.

      Untuk mengenal lebih jelas bagaimana cara membuat kalimat dengan partikel “NI’ yang artinya menyatakan “UNTUK”, silahan lihat artikelnya di sini. Sedangkan untuk lebih jelas bagaimana cara membuat kalimat bahasa Jepang dengan menggunaka partikel “NI” yang artinya “PADA”, mari kita ikuti penjelasan di bawah ini.

       Partikel “NI” yang artinya menyatakan “PADA”, biasanya dibentuk berbarengan dengan kata yang menyatakan “WAKTU”.  Kata yang menyatakan “WAKTU” biasanya dituangkan dengan “ANGKA”. Dalam arti kata singkat, partikel “NI”  yang menyatakan “PADA” bila dirangkai dalam kalimat biasanya setelah “ANGKA” yang menyatakan “WAKTU”.

Mari kita lihat pola kalimat di bawah ini:
A. Kalimat Positif ( + )
[ Subjek + WA + angka (waktu) + NI + Kata Kerja (KK) bentuk “..MASU” ]
B. Kalimat Negatif ( - ) :
[ Subjek + WA + angka (waktu) + NI + Kata Kerja (KK) bentuk “..MASEN” ]
C. Kalimat Pertanyaan ( ? ):
[ Subjek + WA + angka (waktu) + NI + Kata Kerja (KK) bentuk “..MASU” + KA ]
Jawaban :  (+) HAI, Subjek + WA + angka (waktu) + NI + Kata Kerja (KK) bentuk “..MASU”.
                    (-) Iie, Subjek + WA + angka (waktu) + NI + Kata Kerja (KK) bentuk “..MASEN”.

         Setelah kita tahu pola kalimat di atas, mari kita coba terapkan ke dalam kalimat positif, negatif dan kalimat pertanyaan.
Contoh:
(+)畑山さんは5時に置きます。
            Hatakeyama san wa go ji NI okimasu.
            (Nyonya Hatakeyama bangun PADA jam lima)
(-)畑山さんは5時に置きません。
            Hatakeyama san wa go ji ni okimasen.
        (Nyonya Hatakeyama tidak bangun pada jam lima)
(?)畑山さんは5時に置きますか?
             Hatakeyama san wa go ji ni okimasuka?
            (Apakah Ny.Hatakeyama bangun pada jam lima?)
             Jawaban:
   (+)....はい、畑山さんは5時に置きます。
                          .....Hai, Hatakeyama san wa go ji ni okimasu.
   (Ny.Hatakeyama bangun pada jam lima)
   (-)....いいえ、畑山さんは5時に置きません。
                           ......Iie, Hatakeyama san wa go ji ni okimasen.
                                   (Tidak, Ny.Hatakeyama tidak bangun pada jam lima).

Pada saat menjawab kalimat pertanyaan yang jawabannya “IIE” (TIDAK), bisa juga disambung dengan kalimat penegasan (berupa kalimat positif) atas jawaban dari kalimat penyangkalan tersebut.


** Baca juga mengenai artikel “partikel [WA] “.


Kita ambil contoh jawaban kalimat penyangkalan dari kalimat pertanyaan di atas berikut ini:
畑山さんは5時に置きますか?
Hatakeyama san wa go ji ni okimasuka?
 (Apakah Ny.Hatakeyama bangun pada jam lima?)
Jawab: ....いいえ、畑山さんは5時に置きません。
   ....Iie, Hatakeyama san wa go ji ni okimasen.
   (Tidak, Ny.Hatakeyama tidak bangun pada jam lima).
   畑山さんは5時半に置きます。⇒ KALIMAT PENEGASAN
             Hatakeyama san wa go ji han ni okimasu.
             (Ny.Hatakeyama bangun pada jam setengah enam ( 5:30)).


        Teman Pembaca yang budiman,,,Pada saat kita menterjemahkan, kadangkala partikel “NI” yang artinya “PADA” diabaikan atau ditiadakan. Maksudnya kata “PADA” tidak dimasukkan dalam terjemahan. Akan tetapi, dalam pembuatan bahasa Jepang apabila kalimat bahasa Indonesia kita sendiri tidak disusun dengan baik, mungkin sedikit akan repot.


Mari kita cermati juga contoh kalimat percakapan di bawah ini:
Contoh percakapan 1:
A san:    あなたはこれから何をしますか。
                Anata wa korekara nani wo shimasuka?
(Anda mulai dari sekarang akan mengerjakan apa?)
B san:    私はこれから晩ご飯を食べます。
Watashi wa korekara bangohan wo tabemasu.
 (Saya mulai dari sekarang akan makan malam.)
A san:    何時に晩ご飯を食べますか。
                Nan ji ni bangohan wo tabemasuka.
             [ arti kalimat di atas bisa “Pada jam berapa anda mau makan?” , atau bisa juga disingkat “jam berapa mau makan?”)
B san:    私は7時に晩ご飯を食べます。
                Watashi wa shichi ji ni bangohan wo tabemasu.
                (Saya makan malam pada jam 7 )

Jadi...dalam kalimat seperti di atas, saat menterjemahkan kata “PADA” bisa dikemukakan juga bisa tidak dikemukakan, toh artinya juga sama alias tidak merubah arti sebenarnya.


** Baca juga artikel mengenai “partikel [ O / WO ].


Contoh percakapan 2:
池田さんは毎朝何時に朝ごはんを食べますか。
Ikeda san wa mai asa nan ji ni asa gohan wo tabemasuka ?
( Bapak Ikeda setiap pagi sarapan jam berapa?)
Jawaban 1: .....池田さんは毎朝6時半に朝ごはんを食べます。
                    ......Ikeda san wa mai asa roku ji han ni asa gohan wo tabemasu.
                           ( Bapak Ikeda setiap pagi sarapan pada jam enam tiga puluh ),
                           ( Bapak Ikeda setiap pagi sarapan pada jam setengan tujuh )
Jawaban 2 : ......6時半に朝ご飯を食べます。
                      .......Roku ji han ni asa gohan wo tabemasu.
                             ( [Bapak Ikeda] sarapan pagi pada jam setengah tujung )
Jawaban 3: .......6時半です。
                     .......Roku ji han desu.
                            ( jam setengah tujuh )

** Jawaban 3 merupakan jawaban singkat. Penulis menyarankan, apabila untuk berlatih membuat kalimat atau melatih percakapan alangkah baiknya jawabannya lengkap seperti jawaban 1 di atas **


**Baca juga artikel mengenai “ANGKA / BILANGAN”.


Contoh percakapan 3:
昨日どこへ行きましたか。
Kinou doko e ikimashitaka ?
(Kemarin [telah] pergi ke mana ?)
.....昨日デパートへ行きました。
      Kinou depaato e ikimashita.
      (Kemarin [saya] pergi ke departmen store ).
デパートへ何をしに行きましたか。
Depaato e nani wo shi ni ikimashitaka?
(Pergi ke Departemen Store untuk (melakukan) apa)
.......デパートへ買い物に行きました。
         Depaato e kaimono ni ikimashita.
        ( Pergi ke departemen store untuk berbelanja).
何時に買い物に行きましたか。
Nan ji ni kaimono ni ikimashitaka?
(Pergi ke departemen store [pada] jam berapa).
......昨日の朝、9時半に買い物に行きました。
......Kinou no asa, ku ji han ni kaimono ni ikimashita.
      (Kemarin pagi [saya] pergi belanja jam setengah 10)


** Baca juga artikel mengenai “PARTIKEL [ E ] “.


Dengan penjelasan di atas, bagaimana Pembaca yang budiman ???.... Mudah-mudahan dengan beberapa contoh kalimat di atas akan bisa membedakan dan memahami cara pemakaian partikel “NI” yang menyatakan arti “PADA”. Silahkan buat contoh-contoh kalimat lainnya dengan menggunakan kosa kata yang Pembaca sudah pelajari. Setelah bisa membuat kalimat, jangan lupa praktekkan dalam percakapan.


Sekian dulu yah...semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk semuanya.Aamiin...

Wednesday, 7 March 2018

PARTIKEL “O / WO”

          Haiiiii teman Pembaca semuanya....Kita ketemu lagi.. Kali ini Penulis akan membagi informasi terkait dengan PARTIKEL “O”. Partikel “O” apabila dituliskan dalam kalimat bahasa Jepang akan ditulis dengan huruf Hiragana  「を」.       
         Huruf「を」bila dalam kalimat bahasa Jepang bisa dibaca “O” juga bisa dibaca “WO”, tapi biasanya pada saat kita berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jepang baik dengan orang Jepang maupun dengan orang lain yang bisa berbahasa Jepang, huruf 「を」kebanyakan diucapkan dengan bunyi “O”. Akan tetapi, pada saat kita menulis kalimat bahasa Jepang yang menggunakan huruf 「を」dengan menggunakan komputer, apabila kita ketik  “O”maka huruf yang muncul adalah huruf  Hiragana「お」. Huruf「お」juga dibaca “O”, diucapkannya juga dengan bunyi “O”. Jadi apabila kita akan mengetik huruf 「を」yang kita inginkan, maka kita ketik huruf  “W” dan huruf “O” alias diketik lengkap “WO”, nanti akan muncul huruf hiragana 「を」.

Huruf 「を」yang akan dibahas dalam pola kalimat berikut ini mempunyai fungsi sebagai partikel yang menghubungkan antara kata benda (KB) dan kata kerja (KK).  


A.KALIMAT POSITIF
Berikut ini  adalah pola kalimat positif (+) dengan menggunakan partikel 「を」:
( + )SUBJEK (S) + WA + KB + WO + KK (-masu)


Contoh Kalimat positif (+) dengan menggunakan partikel “WO / O “:
      (1)                   ご飯        食べます
     Watashi    wa    gohan  wo     tabemasu. (Saya (akan) makan nasi).
    S         WA       KB     O/WO     KK

        (2)    高橋さんは映画を見ます。
        Takahashi san wa eiga wo mimasu.
       (Tuan Takahashi menonton film)

         (3)    山田先生は日本語を教えます。
         Yamada Sensei wa nihon go wo oshiemasu.
        (Guru Yamada mengajarkan bahasa Jepang)

B.KALIMAT NEGATIVE
Berikut ini  adalah pola kalimat negatif/penyangkalan (-) dengan menggunakan partikel 「を」:
( - )SUBJEK (S) + WA + KB + WO + KK (-masen)

Untuk membuat kalimat negatifnya, ingat kata kerja (KK) –nya menggunakan bentuk negatif juga.Cara untuk membuat kata kerja bentuk positif  menjadi kata kerja bentuk negatif adalah bentuk kata kerja (- MASU) dirubah menjadi (-MASEN). (-MASEN) artinya (tidak....).

Bila kita ambil contoh kata kerja yang dipergunakan dalam kalimat positif di atas maka sebagai berikut:
      1.       食べます                                                        ⇒ 食べません
       Tabemasu                                                                    Tabemasen
       (makan)                                                                       (tidak makan)
      2.  ます                                                           ⇒ 見ません
    Mimasu                                                                       Mimasen  
(Melihat/menonton)                                                    (Tidak melihat/tidak menonton)
       3.       教えます                                                        ⇒教えません
       Oshiemasu                                                                 Oshiemasen
    (Mengajarkan/memberitahukan)                             (Tidak mengajarkan/tidak memberitahukan)

Dengan mengikuti penjelasan di atas, untuk merubah kalimat positif menjadi kalimat negatif maka akan menjadi sebagai berikut:
    (1)    私はご飯 を食べません
    Watashi wa gohan wo tabemasen.
    (Saya tidak makan nasi)
     (2)    高橋さんは映画を見ません。
     Takahashi san wa eiga wo mimasen.
    (Tuan Takahashi tidak menonton film)
     (3)    山田先生は日本語を教えません。
     Yamada Sensei wa nihon go wo oshiemasen.
     (Guru Yamada tidak mengajarkan bahasa Jepang)

Setelah kita mengetahui bagaimana caranya membuat kalimat positif dan kalimat negatif dengan menggunakan partikel “WO”, mari kita membuat kalimat pertanyaannya.

C.KALIMAT PERTANYAAN
      Seperti pola kalimat “...WA...DESU” dan pola kalimat lainnya, biasanya bentuk kalimat tanya dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu:

C.1. Kalimat pertanyaan yang dibentuk dari kalimat positif ditambah imbuhan “KA” dibelakangnya.

Pola kalimat pertanyaan ini bila digambarkan secara sederhana sebagai berikut:
Subjek (S) + WA + Kata Benda (KB) + WO/O + Kata Kerja (KK) + imbuhan “KA”.

       Jawaban terhadap kalimat pertanyaan yang dibentuk dari pola kalimat seperti di atas, cukup dengan jawaban “HAI,.....” (YAH,...)  jika jawabannya setuju/positif dan “IIE” (Bukan/Tidak,...) jika jawabannya negatif/menyangkal dari pertanyaan tersebut.

Untuk membuat pola kalimat bentuk jawaban positif dan negatif adalah:
Bila jawaban positif:  [ HAI + KALIMAT POSITIF ( - MASU) ]
Bila jawaban negatif : [ IIE + KALIMAT NEGATIF ( - MASEN ) ]

Contoh Kalimat:
      (1)    あなたはご飯 を食べます
        Anata wa gohan wo tabemasuka.
       (Apakah anda (akan) makan nasi ?).
       Jawab:  (+) はい、私はご飯を食べます
                          Hai, watashi wa gohan wo tabemasu.
                        (Yah, saya makan nasi).
          ( - ) いいえ、私はご飯を食べません
                           Iie, wataashi wa gohan wo tabemasen.
                          ( Tidak, saya tidak makan nasi).
   
        (2)    高橋さんは映画を見ます
        Takahashi san wa eiga wo mimasuka.
       (Apakah Tuan Takahashi menonton film ?)
        Jawab:  ( + ) はい、高橋さんは映画を見ます
                             Hai, Takahashi san wa eiga wo mimasu.
                            (Yah, Tuan Takahashi menonton film).
           ( - ) いいえ、高橋さんは映画を見ません
                            Iie, Takahashi san wa eiga wo mimasen.
                           (Tidak, Tuan Takahashi tidak menonton film).

         (3)    山田先生は日本語を教えます
          Yamada Sensei wa nihon go wo oshiemasuka.
          (Apakah Guru Yamada mengajarkan bahasa Jepang?)
          Jawab:  ( + ) はい、山田先生は日本語を教えます
                               Hai, Yamada Sensei wa nihon go wo oshiemasu.
                             (Yah, Guru Yamada mengajarkan bahas Jepang).
                       ( - ) いいえ、山田先生は日本語を教えません
                              Iie, Yamada Sensei wa nihon wo oshiemasen.
                            (Tidak, Guru Yamada tidak mengajar bahasa Jepang).

C.2. Kalimat tanya yang dibentuk dengan “kata tanya”.
        Kata tanya yang dipergunakan dalam kalimat tanya yang mengandung partikel “O” bisa dari berbagai kata tanya misalnya [DARE,DOKO,NANI,dll.], akan tetapi untuk menyesuaikan agar hasil jawabannya setara dengan kalimat yang sudah dicontohkan di atas, oleh sebab itu kata tanya yang dipergunakan biasanya [NANI] artinya [APA].

Pola kalimat pertanyaan:
Subjek (S) + WA + NANI (KB) + WO/O + Kata Kerja (KK) + imbuhan “KA”.

         Dalam pembuatan kalimat pertanyaan, kata “NANI” kita tempatkan pada posisi yang dianggap sebagai kata benda. Dalam contoh kalimat di atas kata benda yang kita pergunakan adalah [ GOHAN, EIGA, NIHON GO].

Untuk lebih jelasnya di mana kita tempatkan kata “NANI”, mari kita lihat penerapannya dalam kalimat pertanyaan berikut ini:
       (1)    あなたは 食べます
        Anata wa nani  wo tabemasuka.
       (Anda (mau/akan) makan apa?)
       Jawab: 私はご飯を食べます。
                  Watashi wa gohan wo tabemasu.
                  (Saya (mau/akan) makan nasi.

         (2)    高橋さんは  見ます
         Takahashi san wa nani wo mimasuka.
         (Tuan Takahashi menonton apa?)
         Jawab: 高橋さんは映画 見ます。
            Takahashi san wa eiga wo mimasu.
                       (Tuan Takahashi menonton film).

          (3)    山田先生は 教えますか。
          Yamada sensei wa nani wo oshiemasuka.
          (Guru Yamada mengajar apa?)
          Jawab: 山田先生は日本語 教えます。
                       Yamada Sensei wa nihon go wo oshiemasu.
                       (Guru Yamada mengajar bahasa Jepang)


           Nah, setelah kita bisa menerapkan partikel “WO” di atas dalam bentuk kalimat positif, negatif dan interogative, kita juga bisa kolaborasikan pola kalimat ini dengan pola kalimat lain. Misalnya kita kolaborasikan dengan pola kalimat yang mengandung partikel “NI” yang menyatakan “PADA”.

Mari kita ambil salah satu kalimat di atas:
·         あなたは何 食べますか。
Anata wa nani wo tabemasuka. (Anda [mau/akan] makan apa ?)
....私はご飯を食べます。
....Watashi wa gohan wo tabemasu. ( Saya [mau/akan] makan nasi )
あなたは何時にご飯をたべますか。
Anata wa nan ji ni gohan wo tabemasuka. ( Anda makan nasi jam berapa ?)
.....私は7時にご飯を食べます。
.....Watashi wa shichi ji ni gohan wo tabemasu. (Saya makan nasi jam tujuh.)

Dan seterusnya...

Silahkan baca juga artikel berikut ini:

Bila kita sudah memahami pembentukan pola kalimatnya, silahkan coba kolaborasikan dengan kosa kata yang Pembaca hafalkan dan dengan pola kalimat lain, tentu akan lebih mengasyikkan dan akan menghasilkan suatu percakapan yang lebih beragam.

Demikianlah penjelasan mengenai partikel “WO” dalam kalimat bahasa Jepang. Mudah-mudahan bermanfaat. Apabila mau  tanya-tanya, silahkan jangan sungkan ketik komentarnya...